Tuesday, April 6, 2021

Prediksi Fed Fund Rate Naik Lebih Awal Dari Perkiraan Pasar, Ini Sebabnya...

Bagaimana prediksi kurs Dollar Rupiah, mari kita tengok situasi pasar keuangan global terkini, dilaporkan dari pasar saham AS, mayoritas US Stocks Market ditutup menguat signifikan pada sesi perdagangan semalam, dengan Dow Jones menguat 1.13%, S&P 500 menguat 1.44%, dan Nasdaq menguat 1.67%. Sementara itu dari pasar obligasi AS, bonds tenor panjang US 10 Yrs Treasury Yield stabil di level 1.70%. 

Penyebab utama terjadinya penguatan indeks saham US yang signifikan dipengaruhi oleh rilis data ISM Services Industries Index pada bulan Maret semalam yang tumbuh hingga ke angka 63.7% melebihi ekspektasi analis di level 59.0%. Hal ini adalah sinyal yang semakin mengkonfirmasi akan terjadi percepatan perbaikan ekonomi di AS




Pasar saham US yang menyentuh all time high-nya, dipicu oleh rilis data ISM Non-Manufacturing yang melonjak ke 63.7% dengan ekspektasinya di 59% dan merupakan level tertinggi untuk index ini pada sektor jasa sejak 1997.

Para Investor global dan pelaku pasar semakin yakin bahwa data data ekonomi US yang terus menunjukkan pertumbuhan positif adalah hasil dari percepatan proses vaksinasi US yang sangat cepat dan efektif. Hal ini memberikan dampak tidak adanya aksi sell off pada US Treasury meski rilis data ekonomi US yang kuat.



Sementara itu secara resmi, Menteri Keuangan US Janet Yellen menyampaikan statement nya pada Chicago Council Global Affairs, menguraikan bahwa kasus Corporate Tax US akan segera diselaraskan dengan perekonomian global. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk memulihkan kredibilitas hubungan AS dengan para sekutu AS, yang terjadi pada era Trump sebelumnya keputusan-keputusan dibuat sepihak.

Tentunya kondisi sentimen positif dari pasar global diproyeksikan masih dapat membawa pergerakan pasar obligasi Indonesia ke teritori positif, dengan stabilnya pergerakan US Treasury dan Management Supply dari Kemenkeu yang efektif. Namun aksi Taking Profit juga berpotensi dilakukan oleh pelaku pasar, setelah harga SUN Benchmark secara sepaka berturut - turut terus mengalami penguatan

Prediksi kurs Dollar Rupiah besar kemungkinan akan diperdagangkan di level 14425/14575, kurs Rupiah pada perdagangan kemarin cenderung sideways, sementara indeks US Dollar DXY cenderung diperdagangkan menguat ke level 93 setelah rilis data US NFP pada Jumat lalu dirilis lebih baik dari ekspektasi (916k vs 660k). 



Bagaimana prediksi Beberapa analis juga memprediksikan bahwa ada kemungkinan Fed Fund Rate akan naik lebih awal dari perkiraan konsensus semula di tahun 2023. Hal ini menjadi perhatian para pelaku pasar terkait gejolak pasar Forex dan pasar Saham pra kenaikan Fed Fund Rate



No comments:

Post a Comment