Tuesday, February 9, 2016

Optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini pada level 5,00 %, ini penjelasannya....

Optimisme pemerintah mengenai kondisi ekonomi negara ini semakin meningkat seiring Ekonomi Indonesia yang tumbuh di atas ekspektasi, Hal ini tercermin dari data rilisan Badan Pusat Statistik, Pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia mencatat angka terendah sejak 2009. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 sebesar 4,79 persen secara tahunan (yoy), lebih kecil dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 5,02 persen.

Dijelaskan lebih rinci, Pada triwulan IV 2015, pertumbuhan tercatat 5,04% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 4,74% (yoy) dan melampaui ekspektasi pasar. Perlambatan ini banyak dipengaruhi oleh kondisi eksternal, diantaranya perlambatan ekonomi di mitra-mitra dagang Indonesia, yang menggerus kinerja ekspor.

Sedangkan PDB per kapita Indonesia meningkat dari angka IDR 41,9 juta pada 2014 ke angka IDR 45,18 juta sepanjang 2015. Namun karena terjadi depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika sebesar 10,59 persen sepanjang tahun lalu, nilai pendapatan per kapita Indonesia dalam dolar menurun dari USD 3.530 pada 2014 menuju USD 3.377 sepanjang 2015.

Optimisme pemerintah tercermin dari Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya, didorong pertumbuhan konsumsi. Pertumbuhan ekonomi meningkat dibanding kuartal sebelumnya, sejalan dengan upaya pemerintah dalam memberikan stimulus pada perekonomian dan kebijakan menjaga stabilitas makroekonomi dengan memberikan ruang bagi momentum pertumbuhan ekonomi.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2015 terutama didorong oleh peningkatan permintaan domestik, di tengah kontribusi sektor eksternal yang menurun. Dari sisi permintaan domestik, peningkatan pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh meningkatnya peran Pemerintah, baik dalam bentuk konsumsi pemerintah maupun investasi infrastruktur.

Sementara, konsumsi swasta masih tetap kuat, ditopang oleh peningkatan pertumbuhan konsumsi Lembaga Non-Profit Rumah Tangga (LNPRT) terkait aktivitas Pilkada pada triwulan IV 2015. Dari sisi eksternal, pemulihan ekonomi global yang berjalan lambat serta penurunan harga komoditas berdampak pada masih menurunnya ekspor.

Pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan meningkat, didorong perbaikan infrastruktur dan stabilitas makroekonomi. Pada tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan terus naik dari pertumbuhan tahun 2015.

Pertumbuhan pada 2016 diperkirakan didorong oleh stimulus fiskal, khususnya pembangunan proyek infrastruktur, dan konsumsi yang masih tetap kuat. Sementara itu, investasi diharapkan meningkat seiring dampak implementasi Paket Kebijakan Pemerintah yang mendorong investasi dan stabilitas makroekonomi yang semakin baik.

Di sisi lain, pemanfaatan ruang pelonggaraan moneter secara terukur dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan akan memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi ke depan. Tim riset ekonomi Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2016 pada level 5,00% didorong oleh peningkatan pada sebagian besar kinerja sektor ekonomi dan desentralisasi fiskal ke daerah

Source: Badan Pusat Statistik, bank mandiri, bank Indonesia

Hot Topics

Abenomics (1) Analisis Ekonomi Makro (9) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (15) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (34) Belajar Trading Forex (87) Bitcoin (4) Blockchain (4) Brexit Deal (27) Bursa Saham Amerika Serikat (4) Cadangan Devisa Indonesia (13) Cash Transaction (8) Credit Default Swap (3) Cryptocurrency (4) Cryptokittens (3) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (40) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (15) Ekonomi Amerika Serikat (8) Ekonomi ASEAN (13) Ekonomi China (24) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (5) Ekonomi Proteksionis (24) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (26) Entrepreneur (21) Ether (2) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (14) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (17) Indikator Makro Ekonomi (139) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (140) Info Kurs Rupiah US Dollar (51) Info Kurs Valas Hari Ini (299) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (27) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (20) Kurs Pound Sterling (21) Likuiditas Keuangan Negara (53) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (176) Neraca Perdagangan Indonesia (1) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (18) Pasar Saham Asia Tenggara (4) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (59) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (32) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (88) Produk Domestik Bruto (22) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (25) Resesi Ekonomi Global (20) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (3) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (57) Suku Bunga USD The Fed (84) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (22) Trade Balance Indonesia (1) Transaksi Forex Swap (2) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (9) Yield Obligasi (19)