Wednesday, February 10, 2016

Penguatan Rupiah diantara pelemahan harga minyak, aksi moneter Bank of Japan dan bobrok nya ekonomi China

Info Kurs Valas hari ini US Dollar Rupiah dibuka pada level 13520-13570, diperkirakan hari ini US Dollar Rupiah akan diperdagangkan dalam kisaran 13475-13575, dengan kecenderungan rupiah menguat USD

Dari perdagangan forex Selasa kemarin, JPY menguat ke level tertingginya terhadap USD sejak November 2014 seiring aksi jual yang terjadi di pasar saham global, harga minyak yang masih belum beranjak dari range $30 serta kecemasan investor terhadap sektor perbankan Eropa.

Ketiga sentimen negatif tersebut memicu risk aversion di pasar sehingga permintaan JPY sebagai aset safe haven bergerak naik secara signifikan. Pelaku pasar cenderung mengabaikan kebijakan BOJ pekan lalu yang menetapkan suku bunga negatif bagi industri finansial yang melakukan placement di bank sentral. GBP/USD berada pada tren bearish terkait kekuatiran atas sektor keuangan dan perbankan Eropa.

Saham sektor perbankan Eropa sendiri telah anjlok hingga 22% sepanjang tahun, terkait faktor fundamental internal maupun eksternal seperti perlambatan ekonomi China serta kejatuhan harga komoditas. Sementara AUD dan EUR menguat terhadap USD, memanfaatkan momentum tekanan yang sedang dihadapi USD terkait ketidakpastian kenaikan suku bunga.

Data rilis untuk hari ini (consensus/prior):
• UK Industrial Prod.mom (-0,2% / -0,7%)
• UK Industrial Prod. yoy (1% / 0,9%)
• UK Mfg. Production mom (0,1% / -0,4%)
• UK Mfg. Production yoy (-1,4% / -1,2%)
• US Fed Chairman Yellen’s Testimony                      
• US Budget Statement ($10.3B / -14.4B)

Dari pasar saham, IHSG pada hari Selasa kemarin ditutup turun sebesar 30,32 poin atau -0,63% menjadi 4.768,62. Sementara saham LQ45 juga turun 5,70 poin (-0,67%) menjadi 838,23. IHSG BEI bergerak melemah namun masih dinilai wajar setelah mengalami penguatan cukup tinggi pada pekan lalu. Aliran dana asing yang masih masuk ke pasar saham menahan tekanan IHSG BEI lebih dalam. Dalam data BEI tercatat, pemodal asing membukukan foreign net buy sebesar IDR 337,386 miliar kemarin.

Aksi beli investor asing seiring dengan prospek ekonomi nasional yang positif menyusul sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di dalam negeri terus berjalan yang dimulai sejak pertengahan tahun lalu.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei turun 918,86 poin (-5,40%) ke level 16.085,44, indeks Sensex Bombay turun 247,65 poin (-1,04%) menjadi 24.037,05, dan All Ordinaries Australia melemah 139,50 poin (-2,78%) ke posisi 4.882,60.

Hot Topics

Abenomics (1) Analisis Ekonomi Makro (9) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (15) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (34) Belajar Trading Forex (87) Bitcoin (4) Blockchain (4) Brexit Deal (27) Bursa Saham Amerika Serikat (4) Cadangan Devisa Indonesia (13) Cash Transaction (8) Credit Default Swap (3) Cryptocurrency (4) Cryptokittens (3) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (40) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (15) Ekonomi Amerika Serikat (8) Ekonomi ASEAN (13) Ekonomi China (24) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (5) Ekonomi Proteksionis (24) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (26) Entrepreneur (21) Ether (2) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (14) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (17) Indikator Makro Ekonomi (139) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (140) Info Kurs Rupiah US Dollar (51) Info Kurs Valas Hari Ini (299) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (27) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (20) Kurs Pound Sterling (21) Likuiditas Keuangan Negara (53) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (176) Neraca Perdagangan Indonesia (1) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (18) Pasar Saham Asia Tenggara (4) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (59) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (32) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (88) Produk Domestik Bruto (22) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (25) Resesi Ekonomi Global (20) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (3) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (57) Suku Bunga USD The Fed (84) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (22) Trade Balance Indonesia (1) Transaksi Forex Swap (2) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (9) Yield Obligasi (19)