Pages - Menu

Friday, December 14, 2018

Bank Sentral Eropa Akan Hentikan Program Pembelian Surat Utang, kurs EUR Menguat


Angin segar datang dari Eropa, Bank Sentral Eropa Akan Stop Program Pembelian Surat Utang, kurs EUR Menguat, pada beberapa waktu sebelumnya kurs EUR yang sempat melemah, kembali mengalami recovery pasca konfirmasi dari ECB bahwa mereka akan menghentikan program pembelian surat utang baru, namun memberikan sinyal bahwa kebijakan moneternya akan tetap akomodatif. ECB mengatakan bahwa program yang telah berjalan selama tiga tahun tersebut akan dihentikan mulai bulan ini, dan menyatakan bahwa ECB masih on track untuk menaikan suku bunga setelah musim panas di Tahun depan


Sementara itu Kurs USD diperdagangkan cenderung datar terhadap major currencies lainnya pada sesi perdagangan Kamis kemarin, s. DXY naik tipis 0.02% ke level 97.04 sementara EURUSDstabil di level 1.1365.

baca juga: Eurozone terpapar resiko resesi global, apa iya?

Sedangkan dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR kemarin dibuka pada level 14,530/14,560, diperdagangkan dalam rentang 14,475-14,560, dan ditutup pada level 14,490/14,505. JISDOR berada pada level 14,536.

baca juga: Perkembangan Kesepakatan Brexit Terbaru

Dari pasar obligasi, harga SUN benchmark menguat 35 - 90 bps dengan FR0078 (11Yr) kembali diperdagangkan dibawah level 8.00%. Pasar masih melanjutkan sentimen positif setelah adanya kabar dari Inggris bahwa Perdana Menteri Theresa May berhasil lolos dari upaya Partai Konservatif untuk menggeser kedudukannya melalui mosi tidak percaya yang digelar pada hari Rabu (12/12). Posisi Theresa May sebagai Perdana Menteri setidaknya akan aman dalam setahun ke depan namun hasil mosi menunjukkan bahwa sepertiga rekan separtainya tidak setuju terhadap draft Brexit yang diajukan. Kurs GBP masih rentan pelemahan terhadap mata uang utama lainnya

Harga minyak dunia diperdagangkan melemah tipis setelah adanya berita bahwa terjadi perbedaan pendapat di kubu internal OPEC. Setelah sempat menguat ke level USD 61.00 / barel, Brent Oil kembali diperdagangkan turun ke level USD 60.25 / barel. Untuk mengimbangi adanya kelebihan suplai minyak, beberapa pengamat menilai bahwa keputusan untuk memangkas produksi sebesar 1.2 juta barel per hari masih kurang.

Most Read