Thursday, October 31, 2019

Pejabat Tinggi China Khawatir Sifat Impulsif Trump Dapat Mengganggu Kesepakatan Tarif Dagang

Ada Perkembangan baru mengenai perang tarif dagang antara Amerika Serikat vs China, baru-baru ini Pejabat Tinggi China diberitakan meragukan kesepakatan perdagangan jangka panjang dengan pemerintah Trump - penyebab utama nya yaitu sifat impulsifnya Trump merupakan bagian dari masalah tersebut 

Seperti dilansir dari Bloomberg, Sumber mengatakan kepada Bloomberg bahwa para pejabat tidak akan "bergerak" pada masalah-masalah paling sulit dari kesepakatan perdagangan - yang berkaitan dengan berbagi data dan komunikasi.

Sumber-sumber itu juga mengatakan kepada Bloomberg bahwa kekhawatiran atas sifat impulsif Trump dan peluang Trump bisa mundur atau membatalkan apapun dari kesepakatan pada titik mana pun, hal itu bisa mengganggu perencanaan pada kesepakatan yang telah terjadi dan telah di setuju sebelumnya oleh pihak China.

Pejabat China meragukan apakah China dapat berkomitmen untuk kesepakatan perdagangan jangka panjang dengan Trump

Dan memang telah terjadi kesepakatan fase pertama, dan kedua belah pihak sebagian besar telah menyetujui kesepakatan perdagangan "fase pertama", Bloomberg mengutip pejabat yang tidak mau disebutkan namanya pada pertemuan penting di Beijing, melaporkan bahwa China tidak akan mau mengalah pada bagian kebersediaan berbagi data dan komunikasi.

Sementara itu, Trump mengatakan pada awal bulan ini bahwa China telah setuju untuk meningkatkan pembelian pertaniannya menjadi $ 50 miliar.

"Dalam percakapan pribadi dengan pengunjung ke Beijing dan lawan bicara lainnya dalam beberapa pekan terakhir, para pejabat Cina telah memperingatkan mereka tidak akan mengalah pada masalah yang paling sulit," tulis Bloomberg, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.  "Mereka tetap khawatir tentang sifat impulsif Presiden Donald Trump dan risiko dia mungkin mundur dari kesepakatan terbatas kedua belah pihak 

"Beberapa pejabat China tersebut bersikap pesimistis dengan menaruh harapan yang rendah bahwa negosiasi di masa mendatang dapat menghasilkan sesuatu yang bermakna - kecuali AS bersedia menurunkan lebih banyak tarif barang. 

Bloomberg juga menambahkan bahwa meskipun China ingin melanjutkan pembicaraan kesepakatan dagang, mereka tidak terburu-buru untuk menghapus tarif segera pada barang yang sudah berlaku beberapa waktu lalu

Update terbaru data manufaktur, China merilis angka manufaktur untuk Oktober, yang berada di level terendah sejak Februari, dengan jatuhnya permintaan ekspor.

Sumber : Google news, bloomberg, business insider 

No comments:

Post a Comment