Saturday, December 14, 2019

Apa Kelebihan dan Kekurangan Pinjaman Online dari Sisi Pemberi Pinjaman atau Investor


Pinjaman Online atau disebut juga Peer to Peer Lending saat ini semakin beragam jenis dan skema nya dan tentunya Peer to Peer Lending sudah resmi diatur dan diawasi oleh lembaga resmi pemerintah yaitu Otoritas Jasa Keuangan, hal ini memberi sedikit rasa aman dan juga merupakan kelebihan dari sisi pemberi pinjaman atau investor.

Kelebihan yang lain yaitu skema Peer to Peer Lending sangat mudah bagi pemberi pinjaman untuk  Memberikan pinjaman secara cepat, proses yang cukup mudah dan cepat dapat membantu pendana yang memiliki dana namun tidak tahu untuk pengalokasian dana kemana. Besaran dana yang akan diinvestasikan atau dimasukkan ke Peer to Peer Lending juga beragam nilainya, mulai Rp. 100,000 sampai Jutaan Rupiah, tergantung skema dan ketentuan masing-masing perusahaan Pinjaman Online

Dari sisi Suku bunga pinjaman yang diterima investor terhitung cukup tinggi jika dibandingkan dana yang hanya di depositokan di bank, sehingga akan lebih menguntungkan. Jika saat ini pasaran bunga deposito di angka 4.5% sampai 6% per tahun, tentu jauh lebih tinggi mengalokasikan dana di Peer to Peer Lending, dengan pasaran bunga yang akan diterima di angka 12% sampai 18%

Tapi ingat ya, dana pokok tidak terproteksi secara penuh jika terjadi gagal bayar oleh peminjam, beda dengan deposito di bank yang memang dana pokok terproteksi penuh

Apa Kekurangan Pinjaman Online dari Sisi Pemberi Pinjaman atau Investor ???

Dari segala kelebihan yang cukup menarik juga perlu dicermati bagaimana kekurangannya, investor atau pemberi pinjaman yang mengalokasikan dana ke Peer to Peer Lending memiliki beberapa kekurangan

Terdapat resiko gagal bayar oleh peminjam dalam mengembalikan uang pinjaman, sehingga dana yang dipinjamkan dapat hilang sepenuhnya, tapi tenang saja, ada beberapa perusahaan Pinjaman Online yang memberikan pilihan asuransi kredit. tentunya hal ini hanya opsional tergantung keputusan pemberi pinjaman, jika memilih untuk menggunakan asuransi kredit tentunya imbal hasil tidak terlalu besar, hal ini seiring dengan prinsip low risk = low return dan high risk = high return


No comments:

Post a Comment