Tuesday, June 2, 2020

Prediksi Kurs Rupiah : Penguatan Kurs Rupiah Bisa Sampai Level Berapa?

Mencermati dampak dari demonstrasi dengan kerusuhan di Amerika Serikat yang sampai sekarang masih terus terjadi, peluang menguatnya kurs Rupiah terhadap US Dollar sangat terbuka juga karena efek dari pelemahan US Dollar terhadap mata uang utama global. Demonstrasi di US terkait kematian George Floyd berujung pada penjarahan terjadi di banyak negara bagian Amerika 

Prediksi kurs Rupiah hari ini : Peluang penguatan Rupiah akan berlanjut sampai level 14500

Peluang penguatan kurs Rupiah juga didukung faktor mata uang USD yang mengalami aksi sell-off di sesi perdagangan Eropa kemarin Senin 1 Juni 2020. Hal ini seiring dengan meningkatnya optimisme investor terhadap perbaikan ekonomi global, mendorong menguatnya mata uang yang lebih berisiko. DXY turun 0.4% ke level 97.96 dengan kurs valas AUD/USD naik 1.3% ke level 0.6748 dan kurs valas NZDUSD naik 0.8% ke level 0.6248. Menambah sentiment risk-on, survey bisnis resmi dari China menunjukkan meski aktivitas pabrik tumbuh lebih lambat pada bulan Mei, namun momentum di sector jasa dan konstruksi meningkat 

Update dari perang dagang AS vs China, Chinese government officials meminta agar perusahaan pertanian milik negara (Sinograin & Cofco) menahan pembelian impor hasil pertanian US termasuk kacang kedelai, juga menahan pembelian impor hewan ternak Babi dari Amerika Serikat, perang dagang ini dapat membuat kurs Rupiah mengalami sentimen negatif

Dari pasar Forex Eropa, kurs EUR masih melanjutkan rally penguatannya terhadap mata uang global lainnya setelah disetujuinya proposal recovery fund sebesar €750 Miliar serta pelemahan USD imbas dari demonstrasi yang terjadi pada hampir seluruh negara bagian US. Kanselir Jeman, Angela Merkel, bersama dengan Menteri Keuangan Jerman Scholz menyatakan akan adanya paket stimulus domestik senilai €50 - €100 Miliar sebagai respon pada pemulihan ekonomi di Jerman akibat Covid-19. Disisi lain, Kamis ini dijadwalkan ECB Meeting dengan agenda proyeksi ekonomi kawasan Eropa yang akan menjadi indikasi awal pada penambahan pembelian surat berharga (Pandemic Emergency Purchase Progamme)

Sementara itu kabar baik dari pasar domestik, Untuk membantu pemerintah dalam pembiayaan penanganan dampak pandemi Covid-19, Bank Indonesia akan memberikan tambahan bunga atas simpanan pemerintah yang ditempatkan pada rekening kas umum negara di BI. Remunerasi bunga simpanan pemerintah itu dikaji untuk naik menjadi 80% dari suku bunga acuan BI, naik dari sebelumnya yang hanya 65%. Gubernur BI, Perry Warjiyo sebelumnya telah melakukan negosiasi dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, bahwa remunerasi bunga simpanan tersebut sebagai wujud burden sharing antara BI dengan Pemerintah Pusat. Upaya ini dapat mendorong kekuatan ekonomi domestik menjadi lebih bagus, tentunya penguatan kurs Rupiah akan sangat membantu kekuatan ekonomi domestik Indonesia


No comments:

Post a Comment