Tuesday, August 6, 2019

Apa Dampak Pelemahan China Yuan Terhadap US Dollar? Ini Penjelasannya..

Efek perang dagang yang terus berlangsung membawa dampak pelemahan terhadap kurs valas China Yuan, namun Trump mencurigai bahwa pelemahan kurs valas China Yuan adalah kesengajaan dari otoritas China, China merelakan yuan untuk terdepresiasi setelah adanya rencana tambahan tarif impor dari China ke AS. Devaluasi tersebut menyebabkan USD/CNY menjadi di atas 7 per US Dollar. Hal tersebut menyebabkan barang-barang US mahal untuk dibeli di China dan barang-barang China lebih murah untuk dibeli di AS. 

Sebagai tambahan, Xin Jinping melakukan perlawanan dengan cara akan melakukan penghentian atas impor dari produk-produk agricultural dari US. 

Sementara itu Dari pasar Eropa, kurs valas Euro menguat  dengan EUR/USD naik 0.8% ke level 1.1193 dan Poundsterling menguat setelah rilis data PMI, dengan GBP/USD naik 0.1% ke level 1.2168. Sementara itu, USD/CAD turun 0.1% ke level 1.3194.

Rilis Data untuk hari ini (Survey/Prior):
- JPY Household Spending YoY (1.3%/4.0%)
- AUD Trade Balance (6.050B/5.745B)
- AUD RBA Interest Rate Decision (1.0%/1.0%)
- USD JOLTs Job Openings (7.317M/7.323M)
- EUR German Factory Orders MoM (0.5%/-2.2%)

Sementara itu Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR kemarin dibuka pada level 14,180/14,190, diperdagangkan dalam rentang 14,190-14,285, dan ditutup pada level 14,250/14,260. JISDOR berada pada level 14,231. Harga SUN Benchmark diperdagangkan melemah 40–165 bps sejalan dengan pelemahan rupiah ke level IDR 14,255. Yield SUN Benchmark tenor 10 tahun (FR0078) ditutup pada level 7.67%. Tidak hanya pasar keuangan Indonesia yang mengalami pelemahan, namun bursa saham Asia dan Eropa juga mengalami pelemahan, dan level yield US Treasury 10 tahun telah menyentuh titik terendahnya semenjak 2016 yaitu 1.77%, selama 4 hari terakhir pelemahan US Treasury tenor 10 tahun sudah mencapai 15.88%. 

Pada Hari kemarin (5/8) BPS mengeluarkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II  pada level 5.05% (vs 5.04% survey), meskipun di atas ekspetasi namun pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung stagnan pada tahun ini dan mengalami penurunan pada yoy yang pada tahun lalu dikuartal yang sama mencapai level 5.27%.

IHSG ditutup melemah 164.48 poin atau 2.59 % menjadi 6,175.7. Pelemahan terjadi di Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei turun 366.87 poin (1.74%) ke 21,720.29, indeks Hang Seng turun 767.26 poin (2.85%) ke 26,151.32, & indeks Strait Times yang juga melemah 64.54 poin (1.98%) ke level 3,196.57.