Wednesday, August 7, 2019

Bank Sentral China Membantah Tuduhan AS Terkait Adanya Kesengajaan Devaluasi Kurs China Yuan

Pergerakan kurs valas US Dolar masih positif, tercatat index DXY menguat  sebesar 0.12 % pada level 97.64 setelah Bank sentral China PBOC menegaskan tidak akan menggunakan Yuan sebagai alat pada sengketa perang dagang dengan US sebagai tanggapan atas pernyataan Department Keuangan AS yang menuduh Beijing sebagai manipulator mata uang. 

Selain itu, People's Bank of China menetapkan fixing yuan berada pada level yang lebih kuat dari yang diperkirakan  yaitu pada  level 6,9683 vs 6,9871 per Dollar. Kurs valas NZD diperdagangkan sedikit melemah pada level 0.6528 menejelang RBNZ meeting. Bank Sentral RBNZ diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps menajdi 1.25% pada hari ini.

Rilis Data untuk hari ini (Survey/Prior):
-AUD Home Loans (MoM)(0.6%/0.0%)
-RBNZ Interest Rate Decision (1.25%/1.50%)
- EUR German Industrial Production (MoM) (-0.5%/0.3%)
- GBP Halifax House Price Index (YoY) (4.4%/5.7%)
- US Crude Oil Inventories (-2845M/-8496M)

Sementara itu Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR kemarin dibuka pada level 14,300/14,310, diperdagangkan dalam rentang 14,265-14,360, dan ditutup pada level 14,260/14,270. JISDOR berada pada level 14,344. Harga SUN Benchmark diperdagangkan menguat  10 -50 bps dengan yield SUN benchmark tenor 10 tahun di tutup pada level 7.61%. 

Dari pasar SBSN, Pada lelang SBSN yang diadakan Kemenkeu hari ini, dari incoming bid yang masuk sebesar IDR 18.05 Triliun dan pemerintah berhasil menyerap IDR 8.03 Triliun. Incoming bid pada hari ini lebih tinggi dibandingkan incoming bid pada lelang SBSN sebelumnya (23/8) yaitu sebesar IDR 16.48 Triliun. Incoming bid terbesar masuk pada seri PBS14 dan SPNS 6 Bulan.

Pasca Bank Sentral China mendevaluasi mata uangnya pada hari senin kemarin, Penguatan pasar SBN hari ini terjadi setelah mata uang yuan kembali diperdagangkan dibawah level 7.000 terhadap USD. Presiden AS, Donald Trump, merespon pelemahan yuan dengan menyatakan bahwa China adalah negara manipulator mata uang yang mempermainkan negara lain terkait mata uangnya, namun China sudah menyangkal anggapan tersebut. Bank Indonesia juga sudah siap akan mengantisipasi efek politik maupun ekonomi dari dampak peningkatan tensi dagang yang terjadi saat ini.

Dari pasar saham dalam negeri IHSG ditutup melemah 56,23 poin atau 0.91 persen ke posisi 6,119.47. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 15 poin atau 1,54 persen menjadi 960,75. Sementara itu, bursa regional antara lain indeks Nikkei melemah 134,98 poin (0.65 persen) ke 20.585,31, indeks Hang Seng melemah 175,08 poin (0,67 persen) ke 25.976,24 dan indeks Straits Times melemah 24,04 poin (0.75 persen) ke posisi 3.170,47