Tuesday, November 17, 2020

Keberhasilan Uji Vaksin Covid-19 Bawa Sentiment Positif, Bagaimana Prediksi Kurs Rupiah ?

Penguatan kurs Rupiah tampaknya akan berlanjut meski lebih bersifat terbatas, hal ini imbas dari sentiment positif pelaku pasar terkait perkembangan vaksin Covid-19, jika dicermati dari pasar FX global sendiri, pasar Forex Eropa mendapat sentiment positif yang didorong oleh keberhasilan uji coba vaksin Moderna yang mencapai 94.5% efektif untuk mencegah virus Covid-19 membawa EUR/USD menguat tipis ke level 1.1859 dari level 1.1840 dihari kemarin, bersamaan dengan keberhasilan vaksin oleh Pfizer, Dr Fauci sebagai expert kesehatan Gedung putih menyampaikan akhir dari pandemic semakin jelas namun kedisiplinan tetap diperlukan mengingat musim dingin yang segera tiba. 

Agenda lockdown juga diberlakukan di beberapa kota di Amerika Serikat, seperti Kota Philadelhia yang saat ini memberlakukan pelarangan kegiatan diluar ruangan mengingat lebih dari 70 ribu orang telah dirawat dirumah sakit pada hari senin kemarin. 

Sementara itu mata uang three lions GBP tetap stabil berada pada level 1.3218 di dua hari ini. Dari pasar Asia USD/JPY stabil diperdgangkan pada rentang 104.45 - 104.68, namun dengan ditutup nya bursa AS di zona hijau mendorong penguatan bursa saham asia di pagi ini, bursa Hang Seng  menguat 0.27% dan Nikkei menguat 0.5%. Sementara itu AUD/USD menguat kelevel 0.7323 dari level 0.7290 di hari kemarin

Merunut pergerakan Dollar Rupiah pada hari kemarin, pasar spot USDIDR dibuka pada level 14,100/155 lalu diperdagangkan pada level 14,120 – 14,155 dan ditutup pada level 14,100/120. Sementara itu kurs JISDOR berada pada level 14,139.

Dari bursa saham, regional Asia diperdagangkan menguat pada hari ini dengan Nikkei menguat +2.05% dan Hang Seng +0.58%. Sementara itu, IHSG juga ditutup pada teritori positif di level 5,494.87 (+0.62%), sejalan dengan nilai tukar rupiah yang ditutup menguat ke level 14,110/US$. Meskipun terdapat kenaikan yang cukup signifikan pada kasusCovid-19 pada Kawasan Eropa dan AS, pelaku pasar nampaknya telah mengantisipasi sentimen tersebut sehingga tidak cukup berpengaruh pada pergerakan aset diemerging market. 





Terkait perkembangan vaksin untukCovid-19, saat ini perusahaan farmasi asal AS, Pfizer sedang berusaha untuk mengajukan izin terkait produksi vaksin nya kepada FDA AS agar dapat didistribusikan di AS ataupun secara global. 




Sentimen positif juga datang dari Tiongkok, Dari data ekonomi kawasan Asia, pada hari ini Tiongkok mengumumkan adanya pertumbuhan hasil industri sebesar 6.90% pada bulan Oktober secara YoY, angka ini lebih tinggi dibandingkan ekspektasi yaitu 6.70%. Tiongkok yang menangani pandemi sejak awal dengan baik, diperkirakan dapat lebih berfokus pada pertumbuhan ekonominya sehingga jelang akhir tahun nanti diprediksikan mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan didukung daya beli yang sudah mulai stabil. 




Pada hari kemarin juga ada pengumuman terkait realisasi neraca perdagangan Indonesia, secara resmi Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Neraca Perdagangan Indonesia pada bulan Oktober 2020 mencatatkan surplus sebesar USD 3.61 Miliar. Tren surplus pada neraca perdagangan masih berlanjut walaupun Indonesia memasuki masa resesi. 

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa surplus neraca perdagangan disebabkan adanya kenaikan ekspor hingga mencapai USD 14.39 miliar atau naik sebesar 3.09% dari September 2020. Namun, level impor Indonesia mengalami penurunan sebesar 6.79% secara Mtd ke level USD 10.77 Miliar. Penurunan impor yang terjadi beberapa bulan terakhir menandakan bahwa produksi industri Indonesia belum pulih secara normal karena masih lemahnya daya beli konsumsi pada ekonomi domestik.


No comments:

Post a Comment