Wednesday, November 4, 2020

Sinyal Penguatan Kurs Rupiah Kembali Muncul, Apa Penyebabnya ?

Prediksi kurs Dollar Rupiah hari ini diperkirakan akan diperdagangkan di level 14500/14650 dengan kecenderungan penguatan Rupiah seiring sentimen positif dari sinyal akan unggulnya quick count hasil pilpres di AS, Mata uang Dollar AS diperdagangkan melemah pada Selasa (03/11) di tengah harapan kemenangan Joe Biden pada pemilu US . Ekspektasi kemenangan mantan wakil presiden Joe Biden ini dianggap dapat merugikan greenback, dengan survei terbaru dari New York Times menunjukkan bahwa Presiden Donald Trump tertinggal di belakang Joe Biden di negara-negara bagian utama seperti Arizona, Florida, Pennsylvania, dan Wisconsin.

Persepektif kepemimpinan Joe Biden dianggap akan lebih agresif untuk memberikan paket stimulus untuk pemulihan ekonomi dan besar peluang untuk tidak mungkin melanjutkan perang perdagangan Trump melawan China dan Uni Eropa, serta akan meningkatkan impor Amerika dari luar negeri yang akan  menambah pasokan dollar global




Jika dicermati dari Indeks dolar AS, terlihat sedang bergerak turun 0,84% menjadi 93,34. posisi EUR/USD Naik 0.73%  ke 1.1724 lalu posisi AUD/USD Naik 0.55% ke 0.7200

Kurs USD/IDR di perdagangkan pada rentang 14,600 – 14,630. USD/IDR di tutup pada level 14,570/14,600, menguat cukup cepat saat sore hari

Kembali mencermati Hasil dari National Polling US Presidential Election saat ini yang mengindikasikan bahwa Joe Biden akan memenangkan pemilu 2020, hal ini meningkatkan euphoria di pasar keuangan global. Joe Biden dinilai akan lebih memberikan ketenangan kepada investor yang mampu membawa sentimen risk-on. Namun di sisi lain, pelaku pasar juga masih mewaspadai proses pemilu US yang berpotensi adanya ketidakpastian bila ada salah satu kandidat yang menyatakan klaim kemenangan seperti pada 2016 US Presidential Election. 

Namun ada hal lain selain issue terkait pemilu Amerika Serikat yang perlu menjadi perhatian para pelaku pasar, pasar keuangan global juga menanti solusi penanganan Covid-19 yang lebih cepat dan tepat sasaran. Negara – negara di kawasan Eropa yang tengah mengalami fase gelombang kedua penyebaran dari virus Corona banyak menerapkan kebijakan partial lockdown. 

Sementara itu, dari bursa saham domestik IHSG dan nilai tukar Rupiah berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan kemarin. IHSG ditutup menguat 0.87% ke level 5,159.45 dan Rupiah ditutup menguat 0.38% ke level 14,585/US$. berita baik lainnya yaitu Spread 5Yrs Indonesia Credit Default Swap juga berangsur – angsur mengalami penurunan, hingga menyentuh level 95.04 basis poin, atau turun hingga 21 bps sejak akhir September Q3 2020.

No comments:

Post a Comment