Jumat, 27 November 2020

Yield Indonesia Govt. Bonds Lebih Tinggi Dibandingkan Dengan Bonds Negara Asia Tenggara Lainnya

Bagaimana prediksi kurs Dollar Rupiah, Jika ditengok ke pasar luar negeri, Minimnya sentimen pasar diakibatkan oleh libur Thanksgiving di US yang akan berlangsung sampai akhir pekan membawa USD menguat terbatas terhadap mata uang G7 secara umum, Dollar index kembali ke atas figure 92.00.

Prediksi kurs valas Dollar Rupiah diprediksi akan diperdagangkan di level 14020/14220, dengan kecenderungan sentimen positif arus modal asing masuk ke dalam negeri, sudah terjadi di bursa saham dan pasar obligasi




Jika dicermati lebih dalam dari pasar obligasi, terdapat peluang penguatan kurs Rupiah yang diakibatkan arus modal asing masuk ke domestik melalui pasar obligasi, Mengutip Bloomberg Barclays Index, Global Emerging Market local-currency Bonds sudah mengalami rally hingga 4.5% hingga pertengahan Q4, dimana secara YtD menunjukkan net positif total return hingga 2.8%. Dimana Yield Indonesia Govt. Bonds yang lebih tinggi dibandingkan dengan local-currency Bonds negara negara SEA lain membuat pasar SBN lebih diminati oleh para investor. Foreign inflow tercatat sebanyak 35.3 Triliun Rupiah dalam 2 bulan terakhir.  



Sementara itu, Di tengah penyebaran covid19 yang terus meningkat, Astra Zeneca akan melakukan uji coba vaksin lanjutan dan mencoba menurunkan dosis dengan harapan meningkatkan efektivitas vaksin. CEO Pascal Soriot menyatakan bahwa izin vaksin di US akan lebih lama dibanding dengan UK dan EU. 

Update terbaru terkait pembicaraan Brexit, Diskusi face-face antara EU dan UK akan kembali berlanjut akhir pekan ini. Chief Negotiator EU, Michel Bernier, mengatakan diskusi melalui konferensi video memperlambat proses kesepakatan Brexit. Fishing rights masih menjadi isu utama yang belum bisa dicapai oleh kedua belah pihak. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar