Wednesday, March 3, 2021

Bagaimana Prediksi Kurs Dollar Rupiah ?

Bagaimana prediksi kurs Dollar Rupiah, mari kembali menyimak bagaimana kondisi pasar USD di pasar Forex global, mata uang USD diperdagangkan melemah cukup signifikan pada dini hari tadi pagi di tengah minimnya katalis penggerak market global. 

Kurs USD secara global melemah terhadap G7 currencies dengan indeks USD (DXY) turun dari level tertingginya di 91.30 dan pagi ini berada pada level 90.80. Hari ini dollar index diprediksi akan bergerak dalam range yang cukup lebar yaitu 90.50-91.00. 

Pergerakan indeks USD (DXY) melemah 0.51 % dan berada di level 90.81. Hal tersebut langsung di respon penguatan mata uang benua biru EUR, tercermin EUR/USD naik 0.01% ke level 1.2090. GBP/USD meningkat 0.04% ke level 1.3958 di pagi hari ini. Untuk mata uang di Kawasan Asia Pasifik mengalami penguatan seperti USD/JPY yang menguat 0.07% ke level 106.75, dan AUD/USD menguat 0.17% ke level 0.7831 pada pagi hari ini. 

Sementara itu katalis penggerak indeks USD (DXY) yaitu bercermin pada pergerakan yield US Treasury tenor jangka panjang yang mulai stabil. Diberitakan tadi malam imbal hasil UST10Y ditutup turun 1.19bps ke level 1.41%. Sementara itu bursa saham US juga melemah dengan didominasi oleh emiten-emiten berbasis teknologi. S&P500 dan Nasdaq ditutup turun 0.81% dan 1.69%. 




Lalu bagaimana kondisi pergerakan kurs USD/IDR, diperkirakan trend bullish USD terhadap mata uang Rupiah sedikit mereda, kemungkinan akan bergerak dikisaran 14175/14425, range cenderung lebar karena bercermin pada volatilitas mata uang yang terjadi beberapa hari kemarin

Update terbaru dari perkembangan vaksin Covid19 dari AS, Presiden AS Joe Biden mengumumkan bahwa Merck & Co akan membantu proses manufakturing vaksin single-shot milik Johnson & Johnson. Jumlah kasus harian di US turun di bawah 50,000 kasus, pertama sejak Oktober. 

Sebuah langkah yang tidak umum dilakukan salah satu negara bagian di AS, Negara bagian Texas akan menghapus aturan wajib masker dan mulai membuka aktivitas bisnis pekan depan. Sementara itu New York City juga telah memvaksinasi 2 juta warganya dengan target 5 juta vaksinasi pada Juni mendatang. 

Dari benua biru Eropa, Jerman diperkirakan akan terus melanjutkan lockdown sampai 28 Maret 2021. Hal ini untuk antisipasi penularan Covid-19 sembari dilakukan proses vaksinasi ke seluruh warga


No comments:

Post a Comment