Rabu, 10 Maret 2021

USD Melemah Terhadap Mata Uang Negara G7, Bagaimana Peluang Penguatan Kurs Rupiah ?

Prediksi kurs Dollar Rupiah hari ini bagaimana... mari menilik sebentar ke pasar FX global dan pasar obligasi AS, sebagai acuan pergerakan kurs USD, tadi malam Yield US Treasury turun untuk pertama kalinya dalam 5 hari terakhir. Imbal hasil UST10Y turun 5.57bps ke level 1.54%. Hal ini dipicu oleh minat investor yang cukup tinggi dalam lelang UST yang dilakukan selama pekan ini. 

Kemungkinan tren bearish di pasar USTreasury masih akan berlanjut dengan perkiraan puncak yield di level 2.2%-2.6% antara Agustus 2021- Januari 2022. Hal ini sejalan dengan optimisme pasar global yang melihat bahwa recovery ekonomi global sudah mulai terlihat nyata

Yield US Treasury kembali turun setelah lelang US Treasury tenor 3 tahun yang dilaksanakan semalam berhasil menyerap hingga $58 Billion. Lelang US Treasury tenor 10 tahun sebesar $38 Billion akan dilaksanakan hari ini, sementara $24 Billion untuk tenor 30 tahun akan dilaksanakan pada hari Kamis. 




Sementara itu dari pasar saham AS, gerakan rebound juga terjadi di pasar saham AS dengan indeks S&P500 dan Nasdaq ditutup menguat +1.4% dan +3.6%. Sentimen tersebut memicu pelemahan di safe-haven currency USD yang melemah terhadap semua mata uang G7 dengan mata uang dari benua Kanguru AUD sebagai top-performer. Indeks USD (DXY) retraced ke level 91.97. Hari ini diprediksi DXY akan bergerak pada rentang 91.50 - 92.20 

Update perkembangan hubungan diplomatik AS dan China, dilansir dari South China Morning Post melaporkan bahwa AS dan China tengah bersiap untuk melakukan pertemuan diplomatis di Alaska, pertama dalam pemerintahan Biden. Hal ini menambah sentimen positif akan harapan munculnya kesepakatan yang saling berdampak positif bagi kedua negara




Prediksi kurs Dollar Rupiah akan diperdagangkan di level 14300/14550, dengan kecenderungan penguatan Rupiah secara terbatas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar