Kamis, 26 Agustus 2021

Bank Indonesia Akan Gelar Stress Test Antisipasi Tapering Off The Fed, Bagaimana Pergerakan Kurs Rupiah ?

Pergerakan mata uang Rupiah akan bergerak dikisaran berapa... mari kita tilik beberapa berita keuangan hari sebelumnya, tercatat dari pasar domestik posisi spot USD/IDR diperdagangkan pada rentang 14,400-14,415 dan ditutup pada level 14,395/14,400. Pada hari kemarin sesi awal hari mata uang Rupiah dibuka di 14,410, diperdagangkan dalam rentang 14,395 - 14,415 dan ditutup di 14,397.5 atau melemah 5 point dari level penutupan hari sebelumnya. 

Nampaknya pergerakan kurs Rupiah pada perdagangan hari ini diperdagangkan cenderung sideways sehubungan dengan para pelaku pasar global yang cenderung wait and see terkait event Jackson Hole symposium yang akan dimulai Kamis dan jumat ini waktu US. Hal tersebut mempengaruhi pergerakan mata uang US Dollar versus mata uang global lainnya, termasuk versus mata uang Rupiah

Sementara itu update dari pasar obligasi kembali diperdagangkan menguat pada hari kemarin sebesar 25 – 95 bps,pergerakan ini masih didorong oleh sentimen dari dalam negeri yakni pernyataan resmi Bank Indonesia dan pemerintah yang akan kembali melanjutkan burden sharing.  




Surat Utang Negara benchmark tenor 10 tahun FR0087 ditutup pada level imbal hasil 6.13% atau bergerak turun 10bps dari level penutupan hari sebelumnya.

Bagaimana dengan pergerakan bursa saham Regional, Bursa saham regional Asia ditutup variatif dengan Nikkei melemah -0.03%, Hang Seng -0.28%, Kospi menguat +1.56%, dan Shang Hai +0.74%. Sementara itu bursa saham IHSG diperdagangkan menguat sebesar +0.39% di level 6,113.24. 

Mari kita tengok pasar keuangan global, pada perdagangan tadi malam, Pasar saham US ditutup dengan Dow Jones menguat 0.11%, S&P500 menguat  0.22%, dan Nasdaq menguat 0.15%. Namun Pagi ini tercatat indeks USD (DXY) berada pada level 92.82. Sedangkan yield obligasi benchmark US Treasury 10YR yield berada pada level 1.349. Sejalan dengan hal tersebut pasangan mata uang EUR/USD menguat ke level 1.1764. sedangkan posisi GBP/USD menguat ke level 1.3756, dan USD/JPY menguat ke level 110.07.

Data ekonomi terbaru dari US kembali menunjukkan tanda-tanda percepatan pemulihan ekonomi, rilis data Durable Goods Orders dan Core Durable Goods mencatatkan angka diatas ekspektasi dengan Durable Goods berada pada level 0.7% dan Core Durable Goods berada pada -0.1%. Meskipun demikian, level Durable Goods masih jauh dari level sebelumnya di level 0.8%. 

Sementara itu Data rilis inventori crude oil U.S turun 2.979 juta barel minggu lalu yang dibawah ekspektasi akan turun 2.346 juta barel, hal ini menunjukkan permintaan terhadap crude oil tetap meningkat di tengah penyebaran Covid-19 varian delta. Kedua data rilis ini diperkirakan dapat menjadi kabar baik bagi pemulihan ekonomi US serta dapat memberikan sentimen positif.

Kembali ke dalam negeri, Bank Indonesia dalam waktu dekat akan melakukan stress test untuk mengantisipasi kebijakan tapering off yang akan dilakukan oleh The Fed sehingga menyebabkan tertahannya capital inflow yang  masuk ke Indonesia. Secara YTD, capital inflow yang sudah masuk ke Indonesia sebesar IDR 21 Triliun. 


Secara khusus Gubernur BI menyatakan bahwa proyeksi inflasi Indonesia tahun 2021 akan dikisaran 3% plus minus 1%. Secara YoY, inflasi bulan Juli berada pada level 1.52%. Namun diakui bahwa permintaan masyarakat belum terlihat kuat pada indikator ekonomi. Hal ini patut dicermati karena daya beli secara umum masih rendah, tentunya perputaran roda ekonomi Indonesia secara nasional belum membaik

Prediksi kurs Dollar Rupiah akan bergerak dikisaran 14375/14450, dengan pergerakan cenderung sideways plus sedikit penguatan mata uang US Dollar


Tidak ada komentar:

Posting Komentar