Senin, 25 Juli 2022

Pasar Tenaga Kerja di AS Cukup Bagus, Sedikit Menurunkan Ancaman Resesi

Angka inflasi yang tinggi tidak serta-merta selalu buruk bagi pasar tenaga kerja, data tenaga kerja terbaru di AS mengindikasikan bahwa banyak pengusaha mempekerjakan jauh lebih banyak pekerja dari yang diharapkan pada bulan Juni dan juga terus menaikkan upah. hal ini semakin nyata bahwa tanda-tanda kekuatan pasar tenaga kerja yang terus-menerus bisa memberi amunisi Federal Reserve untuk memberikan kenaikan suku bunga 75 basis poin lagi bulan ini.

Laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja pada hari Jumat juga tidak menunjukkan indikasi bahwa perusahaan mengurangi jam kerja untuk pekerja. Jumlah orang yang bekerja paruh waktu karena alasan ekonomi turun ke level terendah dalam hampir 21 tahun. Hal yang menggembirakan di tengah gelombang berita negatif terkait resesi di AS

Pertumbuhan pekerjaan yang kuat menghilangkan kekhawatiran akan resesi yang akan segera terjadi dan menumbuhkan harapan berkurangnya ancaman resesi

Pertumbuhan Ekonomi di AS telah menciptakan 2,74 juta pekerjaan di paruh pertama tahun ini. Presiden Joe Biden menyambut baik kenaikan lapangan kerja yang kuat.

"Tidak ada negara yang diposisikan lebih baik daripada Amerika untuk menurunkan inflasi, tanpa melepaskan semua keuntungan ekonomi yang telah kami buat selama 18 bulan terakhir," kata Biden dalam sebuah pernyataan.

Bank sentral AS The Fed ingin sedikit menurunkan permintaan tenaga kerja, hal ini untuk membantu menurunkan angka inflasi ke target 2%. Bank sentral AS pada bulan Juni menaikkan suku bunga acuan sebesar tiga perempat poin persentase, kenaikan suku bunga terbesar sejak 1994. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar