Wednesday, January 9, 2019

Data Ekonomi Industrial Jerman Memburuk, Kurs EUR Mengalami Tekanan Terhadap US Dollar

Data Ekonomi Industrial Jerman Memburuk, Kurs EUR Mengalami Tekanan Terhadap US Dollar
Kurs EUR Mengalami Tekanan Terhadap US Dollar
Kurs Euro mengalami tekanan pasca rilis data ekonomi yang cukup buruk di Jerman, dimana data Industrial Production Jerman dirilis lebih buruk -1.9% vs ekspektasi 0.3%, penurunan berturut-turut dalam tiga bulan. Hal ini menambah kekhawatiran terkait perlambatan ekonomi zona Eropa. 

Sikap Jerome Powell baru-baru ini yang dinilai pesimistis terhadap ekonomi Amerika Serikat dan Prospek tidak adanya kenaikan suku bunga pada 2019 masih akan menjadi bobot untuk menekan kurs USD terhadap mata uang utama lainnya. Meskipun demikian, masih terdapat sentimen positif terhadap USD, dengan adanya pembicaraan antara pemerintahan Amerika-Cina mengenai trade war yang sudah berlangsung sejak Senin kemarin. Dolar indeks DXY naik 0.25% ke level 95.90 pada akhir sesi. EUR/USD melemah ke level 1.1442, dan GBP/USD melemah ke level 1.2719. Dolar Australia turun ke posisi 0.7139 per USD. USD/JPY menguat ke level 108.63. Penguatan harga minyak dunia (WTI harga USD 49.78/barel dan Brent harga USD 58.72/barel) masih mempengaruhi penguatan mata uang komoditas CAD, yang mengalami penguatan ke level 1.3282 per USD.

Sementara itu dari pasar obligasi, harga SUN benchmark ditutup melemah 40 – 165 bps kemarin. Pada awal sesi perdagangan, yield benchmark 10Yr (FR0078) sempat diperdagangkan hingga level 7.77% sebelum kembali ditutup pada level 7.96% sejalan dengan pelemahan Rupiah terhadap US dollar. 

Mengawali tahun 2019, lelang SBSN pertama yang didakan Kemenkeu tahun ini terjadi incoming bid masuk sebesar IDR 17.81 Triliun dan diserap sebesar IDR 8.66 Triliun atau lebih tinggi dari target indikatif awal. Cukup menggembirakan namun perlu jadi perhatian khusus bahwa Indonesia masih rentan terhadap tekanan capital outflow yang bisa terjadi sewaktu-waktu, total kepemilikan asing naik dari IDR 6.61 Triliun menjadi IDR 899.86 Triliun atau ekivalen dengan 37.70% dari total SBN. Hal ini tercermin dengan penurunan yield benchmark tenor 10 Yr sebesar 17 bps 

Hot Topics

Abenomics (1) Analisis Ekonomi Makro (9) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (15) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (34) Belajar Trading Forex (87) Bitcoin (4) Blockchain (4) Brexit Deal (27) Bursa Saham Amerika Serikat (4) Cadangan Devisa Indonesia (13) Cash Transaction (8) Credit Default Swap (3) Cryptocurrency (4) Cryptokittens (3) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (40) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (15) Ekonomi Amerika Serikat (8) Ekonomi ASEAN (13) Ekonomi China (24) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (5) Ekonomi Proteksionis (24) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (26) Entrepreneur (21) Ether (2) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (14) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (17) Indikator Makro Ekonomi (139) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (140) Info Kurs Rupiah US Dollar (51) Info Kurs Valas Hari Ini (299) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (27) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (20) Kurs Pound Sterling (21) Likuiditas Keuangan Negara (53) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (176) Neraca Perdagangan Indonesia (1) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (18) Pasar Saham Asia Tenggara (4) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (59) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (32) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (88) Produk Domestik Bruto (22) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (25) Resesi Ekonomi Global (20) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (3) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (57) Suku Bunga USD The Fed (84) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (22) Trade Balance Indonesia (1) Transaksi Forex Swap (2) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (9) Yield Obligasi (19)