Saturday, January 12, 2019

Sementara Hindari "Long USD", Apakah ini Saat Yang Tepat untuk Meninggalkan USD ???

membeli US dollar atau mengambil posisi Long USD

Semua mata investor fokus pada arah kebijakan kenaikan suku bunga The Fed tahun ini, yang mulai diragukan, para investor juga fokus pada Shutdown pemerintah di AS, seperti yang dilaporkan sebelumnya, pemerintah AS saat ini berada di tengah kondisi Shutdown terpanjang yang pernah terjadi, kondisi penghentian kegiatan pemerintah ini menjadi fokus para politisi AS dan media


Tapi faktanya hal tersebut dampaknya terhadap pasar keuangan Amerika Serikat agak terbatas, seperti yang dilaporkan dari indeks Dow Jones, saham AS mulai pulih sepanjang minggu lalu setelah terkoreksi cukup tajam dalam beberapa minggu, volatilitas menurun dan kurs dolar AS yang turun cukup tajam pada akhir tahun mulai stabil. Penghentian kegiatan pemerintah AS juga membatasi data rilis ekonomi AS, yang secara tidak langsung mengarah ke kecepatan respons pasar pada fakta data ekonomi yang rilisannya tertunda

Sementara itu, seperti yang dilaporkan sebelumnya, para pejabat The Fed termasuk gubernur bank sentral Jerome Powell memberi pesan secara jelas bahwa ekonomi sedang berjalan cukup baik, tetapi kondisinya sedang sedikit mengalami perlambatan, dan ketidakpastian di pertumbuhan ekonomi luar negeri juga mengharuskan mereka untuk bersabar (mungkin menunda) dengan rencana kenaikan suku bunga tahun ini. The Fed juga mengatakan, Mereka akan terus mengurangi neraca, hal ini membuat pelaku pasar forex nampaknya melihat bahwa tidak akan ada kenaikan suku bunga sampai musim panas tahun ini

baca juga: Blockchain itu Apa? Bagaimana Cara Kerja Blockchain? Ini Penjelasannya..

Para investor saat ini fokus pada komentar nada pesimistis Jerome Powell tentang penyusutan neraca, alasan utama adalah bahwa perekonomian melambat, terutama di industri AS dan pasar global, Semua ini diperkuat oleh data terbaru Pada hari Jumat, bahwa indeks harga konsumer turun untuk pertama kalinya sejak Maret, yang menyebabkan pertumbuhan CPI tahunan turun di bawah 2% untuk pertama kalinya sejak Agustus 2017. Kondisi ini secara tidak langsung memberikan peluang penurunan tajam harga minyak dan gas pada akhir tahun

Lalu bagaimana dengan penjualan ritel, seperti yang dilaporkan sebelumnya, aktivitas manufaktur dan layanan AS melambat secara signifikan. Sementara laporan penjualan ritel minggu depan mungkin dapat angin segar dari naiknya penjualan di masa liburan akhir tahun yang biasanya cukup kuat, outlook negatif untuk ekonomi AS secara keseluruhan tersebut, bisa disimpulkan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk membeli US dollar atau mengambil posisi Long USD,  

Awal Januari ini, sebagian besar pedagang valas menghindari memegang dolar AS dalam jumlah besar, opsi lain yang cukup baik adalah mulai memasuki mata uang pasar negara berkembang, atau posisi Long JPY terhadap USD, tentunya kurs JPY juga dikenal sebagai mata uang safe haven secara global

baca juga: Bank Sentral Eropa akan Mengurangi Program Pembelian Surat Hutang

Sementara itu, dari London, Pound Sterling di sisi lain adalah salah satu pemain terbaik, tetapi untuk jangka pendek. terdampak oleh berita bahwa Inggris berencana menunda voting Brexit dari Uni Eropa pada 29 Maret, Namun, jangan sampai salah tafsir berkaitan dengan menguatnya mata uang GBP, karena ada peluang kuat bahwa Perdana Menteri May akan kehilangan suara pada voting Brexit minggu depan, hal ini menjadi penentu arah pergerakan kurs GBP/USD berikutnya

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa Referendum Brexit sedang dalam sorotan dunia, Sulit untuk mengatakan Brexit akan "ya" keluar dari Uni Eropa, tetapi hasil pemungutan suara jika yang menang adalah vote 'tidak' , sudah dipastikan akan memicu penurunan langsung 1% menjadi 2% pada posisi GBP / USD dengan masa pemulihan tergantung pada seberapa cepat rencana B di respon market. 

Jika ditarik kesimpulan, apakah benar ini waktu yang tepat untuk meninggalkan USD ??? Cerita tersebut diatas sedikit menggambarkan harus bagaimana kita menentukan posisi

Hot Topics

Abenomics (1) Analisis Ekonomi Makro (9) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (15) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (34) Belajar Trading Forex (87) Bitcoin (4) Blockchain (4) Brexit Deal (27) Bursa Saham Amerika Serikat (4) Cadangan Devisa Indonesia (13) Cash Transaction (8) Credit Default Swap (3) Cryptocurrency (4) Cryptokittens (3) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (40) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (15) Ekonomi Amerika Serikat (8) Ekonomi ASEAN (13) Ekonomi China (24) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (5) Ekonomi Proteksionis (24) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (26) Entrepreneur (21) Ether (2) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (14) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (17) Indikator Makro Ekonomi (139) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (140) Info Kurs Rupiah US Dollar (51) Info Kurs Valas Hari Ini (299) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (27) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (20) Kurs Pound Sterling (21) Likuiditas Keuangan Negara (53) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (176) Neraca Perdagangan Indonesia (1) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (18) Pasar Saham Asia Tenggara (4) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (59) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (32) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (88) Produk Domestik Bruto (22) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (25) Resesi Ekonomi Global (20) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (3) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (57) Suku Bunga USD The Fed (84) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (22) Trade Balance Indonesia (1) Transaksi Forex Swap (2) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (9) Yield Obligasi (19)