Wednesday, September 2, 2020

Kurs US Dollar Menguat Imbas Membaiknya Data PMI ISM Manufaktur AS


Prediksi kurs Dollar Rupiah hari ini akan bergerak dikisaran 14750/14875, hal ini dipengaruhi penguatan USD secara global, dilaporkan Dari pasar Fx global,  kurs Dolar AS diperdagangkan menguat dari posisi terendah sesi Asia pada Selasa (1/9) setelah rilisnya data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan. Aktivitas manufaktur AS berakselerasi ke level ekspansi tertinggi sejak November 2018. 

Data PMI ISM Manufaktur AS yang dirilis tadi malam, menunjukkan peningkatan ke level 56 di bulan Agustus, dari 54.2 di bulan Juli. Perolehan tersebut lebih baik daripada ekspektasi 54.5. Indeks dolar AS, DXY, naik 0,20% menjadi 92,32 setelah tergelincir ke level terendah 28-bulan.

Fokus perhatian pasar saat ini masih tertuju pada kemungkinan kebijakan The Fed terkait tingkat suku bunga AS yang diperkirakan mendekati nol akan bertahan lebih lama. Gubernur Federal Reserve Lael Brainard pada hari Selasa mengatakan bank sentral harus mengadopsi pendekatan kebijakan moneter yang lebih agresif untuk memastikan pemulihan yang kuat di pasar tenaga kerja, dan mendorong inflasi menuju target 2%.

Dari sesi Asia kemarin, Dolar Australia bertahan pada kisaran tertinggi sejak 2018 di 0.7380 versus Greenback. Nilai tukar AUD/USD reli bullish kencang selama beberapa bulan terakhir didukung tingginya permintaan China terhadap komoditi ekspor utama Australia, serta merosotnya nilai tukar USD di tengah tahun politik AS. 

Hasil polling pilpres AS saat ini memprediksi kemenangan kandidat presiden Joe Biden, padahal ia dinilai kurang pro-pasar dibanding petahana Donald Trump. Tetapi pernyataan kebijakan terbaru dari bank sentral Australia (RBA) lebih dovish dari ekspektasi, sehingga AUD/USD cukup rentan terkoreksi. Dalam rapat kebijakan kemarin, RBA menetapkan suku bunga dan target yield obligasi 3-tahunan pada level 0.25 persen.

Virus-free. www.avg.com

No comments:

Post a Comment