Thursday, November 19, 2020

Sentimen Negatif Mewarnai Pasar Global, Kurs Rupiah Menguat atau Melemah ?

Sentimen negatif kembali mewarnai pasar FX global dan domestik, apa penyebabnya, jika dilansir dari pasar Eropa, kurs valas EUR/USD diperdagangkan melemah tipis dari level 1.1859 ke level 1.1850 dipagi ini dikarenakan gelombang kedua Covid-19 yang meningkat yang akan mengancam proses perbaikan ekonomi negara negara di benua biru Eropa. 

Negara asal menara Eiffel Perancis merupakan negara pertama di Eropa yang menembus angka kasus sebanyak 2 juta kasus pasien terkonfirmasi Covid-19, pada sisi lain, di Berlin Jerman dilaporkan sejumlah orang berkumpul untuk melakukan aksi protes terhadap Kanselir Jerman Angela Merkel atas rencana pembatasan kegiatan di luar ruangan. 



Bagaimana perkembangan Brexit saat ini, dari Inggirs diberitakan bahwa Gubernur Bank of England Dave Ramsden mengatakan bahwa pelaku pasar melihat adanya kemungkinan tidak akan terjadinya trade deal antara UK dan Uni-Eropa pada tahun ini, namun Dave memaparkan bahwa kebijakan kebijakan yang diambil oleh Bank of England akan berusaha untuk meredam gejolak di pasar finansial, Hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap pergerakan mata uang Poundsterling yang dijaga agar stabil, GBP/USD di perdagangkan stabil di level 1.3260. 

Lalu kemudian update dari pasar Asia, USD/JPY di perdagangkan melemah ke level 103.88 dari level 104.10 di sore hari kemarin, ketakutan akan dampak ekonomi dari naiknya jumlah kasus Covid-19 di US membayangi kesuksesan dua trial vaksin di minggu kemarin, pelemahan USD sejalan dengan ditutupnya bursa saham USD di teritori negative seperti S&P turun 1.5% dan DJI turun 1.16%. Kurs AUD/USD diperdagangkan stabil dilevel 0.7280 - 0.7290 dari hari kemarin.

Kembali ke AS New York, dilakukannya social restricion di New York telah meredam optimisme pelaku pasar terhadap perkembangan vaksin. Rally di aset berisiko atau emerging market kembali tertahan akibat kasus covid19 yang terus bertambah signifikan, Dilaporkan juga, secara resmi Kota New York kembali menutup sekolah dikarenakan infection rate pada tes masal mencapai 3%. 

Hal ini berdampak langsung terhadap pasar saham Wallstreet, Bursa saham US kembali terkoreksi, S&P500 dan Nasdaq masing-masing melemah 1.2% dan 0.8% sementara imbal hasil UST10Y naik 1.3bps ke level 0.87%. USD secara umum melemah terhadap mata uang G7 dengan dollar index berada di level major support 92.40. Tren bearish USD diperkirakan akan berlanjut, data posisi long USD di ETF menunjukan penurunan signifikan dari $1.04bio pada April dan saat ini tersisa $337mio


Sementara itu, dari uji coba vaksin, hasil vaksin dari Pfitzer dan BioNTech menunjukan angka efektivitas sebesar 95% dan 94% untuk pengguna berusia di atas 65 tahun. Di sisi lain, CEO CureVac optimis bahwa kapasitas vaksin akan mencukupi untuk vaksinasi worldwide sampai akhir tahun depan. FDA akan mengadakan pertemuan pada 8-10 Desember dengan agenda membahas vaksinasi. 

Dari uraian berita diatas, bagaimana peluang penguatan kurs Rupiah terhadap mata uang global... atau utamanya terhadap mata uang USD, prediksi kurs valas Dollar Rupiah akan diperdagangkan di kisaran level 14050/14250



.

No comments:

Post a Comment